Kamis, 29 Oktober 2015

Mimpi

Ini adalah foto salah satu desa di Inggris. Edensor derbyshire UK. Indah bukan? Tenang dan nyaman. Rasanya tinggal disana akan sangat menyenangkan dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yang menjemukan.
Ini adalah negeri impian saya. Saya ingiiiin sekali mengunjungi tempat ini. Ingiiiiiiin sekali tinggal disana untuk beberapa tahun. Ingiiiiiiin sekali menjelajah setiap jengkal tanah UK. Ingiiiiiiin sekali melihat bumi allah yang sangat indah ini.
Pernah terpikir untuk mengejar beasiswa s2 ke negeri tersebut agar saya bisa tinggal disana. Tapi mengejar beasiswanya tidaklah segampang diucap. Salah satu kendala berat bagi saya adalah score toefl/ielts yang menjadi syarat masuk universitas. Selama ini kemapuan bahasa inggris saya standar-standar saja dan untuk mendapat skor bagus saya harus bekerja keras yang pasti akan menguras energi dan perhatian saya.
Tak masalah bagi saya. Tapi saya adalah seorang istri dan ibu. Apa jadinya anak dan suami saya jika perhatian saya teralihkan dari mereka. Apa jadinya generasi ini jika sang ibu teralihkan perhatian dan fokusnya dari mendidik dan membesarkan anak. Tanggung jawab sebagai ibu, sebagai madrasatul ula jauh lwbih besar dibandingkan ambisi-ambisi pribadi saya untuk mencapai negeri itu. Tugas sebagai ibu lebih mendesak dibandingkan desakan hati saya untuk melihat dunia. Tak hanya UK... taiwan, jepang, australia, eropa, arab saudi (kampung halaman rasulullah tercinta), turki, dan lain-lain.
Biarlah. Biarlah saya serahkan dan pasrahkan mimpi-mimpi ini kepada Pemilik Segala Mimpi, kepada Pemilik Tempat2 yang ingin saya datangi. Kepada Pemilik Bumi. Biarlah saya relakan mimpi-mimpi saya berkelana dibumi Allah kepada Allah saja sementara saya menjalankan amanah sebagai ibu dan istri. Biarlah, saya pasrahkan mimpi saya kepada Pemilik diri ini, Pemilik bumi ini, dan terus berharap pada takdir yang terbaik dariNya.
Oh saya bukan putus asa, menyerah, dan tidak mau berusaha. Tak berarti ketika saya menjadi ibu maka cita-cita ini akan terkubur bersama masa lalu. Tidak. Biarlah cita-cita menunggu sementara diri ini mempersiapkan seseorang yang akan memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat nanti, agar pengaruh yang diberikannya positif dan dirindukan. Dan jikapun cita-cita ini tak pernah tercapai dan saya tak pernah melihat dan menginjakkan kaki di negeri-negeri impian ini karena saya sibuk menghabiskan waktu saya dirumah bersama anak dan suami, semoga Allah yang memberi ganti negeri impian ini dengan surga  yang jauh lebih baik dan jauh lebih indah, karena indah dunia ini hanyalah fana. Relatif.

Rabu, 28 Oktober 2015

Tak sekedar yang wajib

Selama ini saya jarang sekali ibadah sunnah jika tidak ada urusan penting yang sangat mendesak atau ada hal-hal yang sangat saya inginkan. Makanya ibadah sunnahnya jadi bolong-bolong dan musiman, musim ujian biar lulus dan dapat nilai bagus, musim sakit biar sehat, musim nikah biar ikutan jg :D ...
Tadi malam mimpi. Bukan mimpi serem. Tapi jauh lebih serem daripada mimpi serem. Mimpi buruk yg terbayang-bayang dan bikin takut apabila itu terjadi. Tapi disisi lain ada hikmah yang bisa dipetik. Betapa selama ini nikmat allah amat besar, tak terhitung, dan sungguh tidak kita sadari. Selama ini saya pikir wajah saya sungguh hancur dan jelek karena jerawat dan flek hitam dan saya yakin banyak pula yg merasa sangat terganggu dengan jerawat dan flek sama seperti saya, terbukti dari sangat larisnya dokter-dokter kecantikan, salon, dan berbagai produk skincare dan kosmetik. Ditambah lagi banyak keluarga yang bilang muka saya "begitu". Mimpi tersebut menyadarkan saya bahwa betapa selama ini saya sangat tidak bersyukur! Apalah artinya jerawat dan flek hitam yang saya keluhkan  jika allah masih memberi kita wajah yang normal, bukan wajah yang mengerikan yang membuat orang jijik dan lari dari kita. Apalah artinya jerawat yang tumbuh sesekali dan satu-satu ketika allah masih memberi kita daging dan kulit yang sehat, bukan yang telah mati dan membusuk.
Selama ini saya sudah banyak sekali tidak mensyukuri nikmat allah, tidak mensyukuri keadaan yang ada padahal allah sudah memberi segalanya bagi saya. Jerawat dan flek yang dianggap sangat menggangu itu sungguh tak ada apa-apanya dibandingkan nikmat yang allah beri. Pun dalam contoh lain. Hidup yang kita keluhkan ternyata banyak, sangat banyak hidup-hidup orang lain yang jauuh lebbih tidak enak dibandingkan hidup kita. Anak dan suami yang kita keluhkan juga merupaka nikmat yang sangat beaar jika kita mau menutup mata atas kekurangan-kekurangan mereka. Rezeki yang terasa tak cukup-cukup pun ternyata bukan karena memang tidak cukup tetapi jauh lebih karena kitanya yang merasa tak pernah puas. Masih banyK. Masih banyak contoh lain.
Kembali berbicara ibadah sunnah. Kekeliruan saya berpikir ibadah sunnah hanya dalam rangka mendapatkan apa yang saya inginkan dari allah, dan semua keinginan saya dalam ibadah-ibadah  itu memang allah kabulkan. Tapi seharusnyalah kita menambah ibadah kita dengan ibadah sunnah, misalnya qiyamullail, dhuha dsb sebagai rasa syukur kita atas nikmat dan karunia allah bagi kita yang tak akan pernah dapat kita hitung dan tak semuanya dapat kita sadari, dan juga karena kita memiliki banyak sekali dosa yang kita lakukan kepada Tuhan kita yang telah sangat baik kepada kita.

#selfreminder
#reorientasi

Rabu, 14 Oktober 2015

First post

Yah. Entah sudah berapa kali aku membuat sebuah blog. Tapiiii.... ga ada yg jadi. Semoga blog kali ini bisa berlanjut dan membawa kebermanfaatan bagi sesama.
Aamiin.